4 Langkah Mudah Untuk Menyusun Judul Penelitian Yang Menarik


Judul penelitian adalah hal pertama yang biasanya diminta oleh seorang pembimbing penelitian. Memilih judul proposal, skripsi, hingga tesis memang bukan perkara sederhana. Karena judul penelitian merupakan kompas sekaligus cermin awal esensi sebuah penelitian ilmiah.

Namun, bagaimana jika masih tidak ada ide sama sekali atau sudah ada tapi bingung menyatukannya dalam satu kalimat sederhana menjadi sebuah judul penelitian? Ada baiknya lakukan empat langkah berikut untuk memudahkan kamu menyusun judul penelitian yang sederhana dan catchy.

  • Mulai dengan Permasalahan

Pastikan sudah ada isu atau permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian. Jika sudah menemukan permasalahan yang akan diangkat menjadi topik bahasan dalam penelitian, dalami lebih jauh dengan browsing di internet, buku, atau penelitian sebelumnya.

Dengan begitu, kamu akan lebih paham apa masalah inti yang akan diangkat dalam penelitianmu nantinya.

Sebagai contoh, jika kamu seorang mahasiswa sastra dan ingin mengangkat isu mengenai penerjemahan karya sastra dalam penelitian, pahami dulu aspek penerjemahan apa yang sebenarnya ingin diteliti. Dari permasalahan besar tersebut kamu akan menemukan tema kecil yang akan menjadi bahasan penelitian.

  • Sumber Data

Selanjutnya, tentukan sumber data yang akan diambil dalam penelitian. Setiap penelitian memiliki sumber data yang berbeda-beda sebagai acuan tetap agar fokus bahasan penelitian tidak melebar tak tentu arah. Sumber data ini bisa berupa tempat saat melakukan penelitian, buku, bahkan simbol atau bangunan, hingga kumpulan masyarakat seperti apa yang akan menjadi sorotan saat penelitian.

Jika sudah menemukan sumber data yang tepat, maka akan lebih mudah mengembangkan isu penelitian yang akan diteliti. Pastinya, sesuaikan juga sumber data yang dipilih dengan masalah yang diangkat dalam penelitian.

Bila penelitianmu mengangkat isu mengenai penerjemahan karya sastra, maka sumber data yang diteliti dapat berupa novel fiksi atau nonfiksi, memoar, dan film. Tahap selanjutnya pilih salah satu dari ketiga bentuk karya sastra tersebut dan tetapkan satu judul sebagai bahan sumber data.

  • Sasaran yang Digunakan

Setelah menentukan sumber data, selanjutnya fokuskan pada sasaran yang akan dituju dalam sebuah penelitian. Pada tahap ini, setelah isu penelitian dan sumber data bersinergi tentu akan memberi pengaruh atau dampak terhadap suatu hal. Pengaruh inilah yang disebut sebagai sasaran.

Sebagai contoh, bila kamu ingin meneliti mengenai gaya kepemimpinan para CEO di wilayah X, tentu hal tersebut akan berdampak pada lingkungan kerja, kinerja pegawai, atau bahkan tingkat produktivitas di tahap tertentu. Di sinilah pentingnya menentukan sasaran, supaya penelitianmu berjalan seiring antara isu, sumber data serta dampak yang akan ditimbulkan di dalam komunitas atau fase tertentu.

  • Rekonstruksi Judul

Pada bagian ini kamu tinggal memadukan masalah inti penelitian, sumber data dan sasaran yang telah ditetapkan. Misalnya, Akar masalah: Media sosial, selebgram dan bisnis, Sumber data: Instagram, Sasaran: minat beli kosmetik kecantikan masyarakat di kota X, Menjadi ‘Pengaruh Iklan Selebgram pada Instagram Story terhadap minat beli kosmetik Kecantikan di Kota X’.

Dalam merekonstruksi judul diperlukan daya kreativitas dalam permainan bahasa. Namun, perlu diingat bahwa kamu sedang menyusun judul penelitian ilmiah, bukan artikel kreatif atau karya sastra yang memerlukan permainan kata yang indah. Kamu perlu menjaga gaya bahasamu tetap ilmiah namun sederhana.

Jadi, jika kamu termasuk mahasiswa tingkat akhir, empat langkah di atas bisa sangat membantumu menyusun judul penelitian ilmiah dengan waktu yang relatif singkat. Sehingga impian lulus kuliah tepat waktu sudah selangkah lebih dekat.

https://www.gurupendidikan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *